Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Santa Claus dikenal sebagai orang tua, bertubuh tambun dan berjenggot putih, datang dari tempat yang jauh sekali, Kutub Utara dengan kereta rusa untuk membagikan bermacam hadiah Natal dengan cara tak lazim – melalui cerobong asap. Paginya kontan anak-anak menjerit kegirangan menemukan kado-kado Natal mereka.
Mungkin disebabkan Santa datang satu tahun hanya sekali, belakangan orang-orang menciptakan sekian banyak ‘santa claus’ rekaan lainnya. Alhasil kita punya banyak pahlawan, mulai dari Robin Hood, raja Arthur, Superman sampai Frodo, dengan misi penyelamatan masing-masing.
Santa ini rupanya mencerminkan keinginan manusia di seluruh dunia, anak-anak maupun dewasa masih rindu akan hadiah Natal yang wah dan tersentuh karena seorang yang mau berpayah-payah melakukan usaha untuk menyediakannya. Lanjutkan membaca ‘Santa claus dan Yesus’
Arsip untuk Desember, 2008
Santa claus dan Yesus
Kesaksianku
Sore ini baru saja aku selesai mendengarkan khotbah dari Bapa Gembalaku, khotbah nya benar-benar membuatku mengetahui sesuatu yang selama ini aku belum tau.
Tapi sekarang aku tahu bahwa, memaafkan itu memang suatu pengorbanan, sperti ketika Yesus mengampuni kita, Dia harus merelakan nyawanya bagi kita.
Yang ku tahu sekarang semua yang kita lakukan dalam hidup ini adalah sebuah pengorbanan.
Setiap hari kita harus berkorban, ketika kita mulai lelah dalam berkorban, jangan sekalipun pernah meneteskan air mata di depan manusia, karena seberapapun banyak air mata kita yang telah keluar, manusia tidak ada yang pernah perduli.
Menangislah dihadapan Tuhan karena hanya Dia yang benar-benar tulus mencintai kita
Sahabat Sejati
1 Samuel 19:2-3
Sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: “Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.”
Tak ada seorang pemimpin pun yang berhasil sendirian. Bahkan Daud membutuhkan Yonatan-nya.
the last one